Hukum Judi Togel Bagi Agama Islam

Judi dalam hukum syar’i (Islam) dikenal pula dengan sebutan maysir atau qimar yaitu bentuk transaksi di antara dua orang terkait barang atau pun jasa yang mana menguntungkan salah satu pihak di antaranya dan merugikan pihak lainnya. Bahkan secara nalar pun berjudi memang cukup merugikan. Mengapa demikian? Pasalnya jika dihitung secara matematika pun, peluang untuk menang dari aktivitas judi terbilang kecil, apalagi jika jumlah pemain judi terbilang banyak.

Dari penjelasan di atas dapat kita lihat bahwa hukum berjudi sudah jelas diharamkan. Namun memang tidak sedikit orang yang justru merasa penasaran dan ingin melakukannya. Baik itu masyarakat dari kelas menengah ke atas hingga masyarakat kelas bawah sekali pun. Meskipun peluang untuk meraih kemenangan dari judi terbilang kecil, namun jumlah keuntungan yang diberikannya memang cukup menggiurkan. Tidak heran jika semua kalangan masyarakat menyukai permainan judi dan bahkan beberapa di antaranya pun terlihat seperti mengalami kecanduan. Mereka yang mengikuti perjudian tentunya sudah tidak peduli dengan akhirat, dan bahkan menganggap bahwa tidak ada kehidupan lain selain daripada kehidupannya saat ini. Karena itulah banyak yang menggadaikan keimanan hanya demi mendapatkan uang panas itu tadi.

Salah satu bentuk judi yang paling sederhana adalah ketika sekumpulan orang berserikat untuk membeli barang tertentu. Setelah itu mereka pun melakukan pengundian, yang mana dari hasil undian tersebut beberapa di antaranya mendapatkan hasil barang yang sama besar sedangkan beberapa lainnya dinyatakan kalah dan justru tidak mendapatkan apa pun. Selain contoh perjudian tersebut, saat ini ada banyak aktivitas atau peristiwa yang juga masuk dalam kategori judi. Ingin tahu apa saja? Berikut penjelasannya :

1. Undian atau sering pula disebut sebagai yanasib yaitu bentuk pembelian nomor-nomor tertentu yang kemudian nomor tersebut akan diundi dan siapa pun yang menang akan mendapatkan hadiah yang menggiurkan.

2. Membeli barang dengan isi yang dirahasiakan atau pembelian barang yang kemudian mendapatkan kupon, setelah itu kupon tersebut diundi untuk menentukan siapa pemenangnya.

3. Selain beberapa hal di bagian atas tadi, asuransi jiwa, barang, kendaraan, kebakaran, asuransi kerusakan dan jenis asuransi lainnya juga masuk dalam perjudian.

Lebih dari itu, saat ini bahkan tersedia klub khusus yang ditujukan bagi para penjudi dan dikenal dengan istilah kasino atau rolet. Hukum mengikuti permainan ini jelas dosa besar. Selain itu, beberapa bentuk taruhan lainnya pun juga masuk dalam kategori judi seperti halnya taruhan yang dilakukan pada pertandingan bola, tinju atau lainnya. Begitu pun dengan beberapa bentuk permainan yang ada di beberapa toko mainan serta pusat hiburan yang tentunya hampir semua hal yang ditawarkannya mengandung hukum perjudian.

Jika anda ingin mencari data hk 6d, kami merekomendasikan datahk6dku.com

Sementara itu, saat ini banyak sekali bentuk pertandingan yang dilakukan oleh masyarakat dunia, dan tidak terkecuali Anda sebagai salah satu pelakunya. Untuk mengetahui hukum Islam yang dimilikinya, apakah termasuk dalam judi yang diharamkan atau tidak, maka simaklah penjelasan berikut.

1. Pertandingan yang dilakukan dengan maksud syi’ar Islam tentunya diperbolehkan, entah itu disertai dengan keberadaan hadiah atau pun tidak.

2. Perlombaan hukumnya bersifat mubah seperti halnya pertandingan sepak bola, pertandingan lari bagi orang cacat dan lainnya. Pertandingan tersebut tidak diharamkan selama tidak melanggar aturan agama, seperti membuka aurat, meninggalkan sholat dan lainnya.

3. Perlombaan dalam hal yang dilarang atau diharamkan, seperti lomba tinju, kontes kecantikan dan lainya.

Selain penjelasan di bagian atas tadi, hukum mengenai haramnya perjudian bagi umat beragama Islam juga tercantum dalam ayat Al Qur’an yaitu pada surat Al Maidah ayat 90 serta surat Al Baqarah ayat 219.